Home
Produk
Cara Pemesanan
Pembayaran
Gallery
Hubungi Kami
Testimoni
Rendang Uni Viny
About Me

Peluang bisnis rendang yang  menggiurkan dimanfaatkan Viny Felasiani dengan menjual masakan khas Padang, Sumatera Barat.

Resep rendang Viny berasal dari warisan leluhurnya yang asli Padang. Kebetulan, ayah Viny berasal dari Padang. Dari sang ibu, Viny menimba ilmu cara membuat rendang.

“Ibu saya belajar memasak rendang dari nenek saya yang asli Padang. Saya belajar memasak rendang dari ibu saya. Jadi resep rendang yang saya buat memang warisan leluhur saya. Makanya rasanya lezat,” jamin Viny.

Dari mengolah rendang untuk menjamu tamu dan kerabat pada hari istimewa, kelezatan rendang Viny dikenal luas. Dari sinilah mulai banyak pesanan.

“Awalnya yang pesan saudara dan teman-teman kantor saya. Sekarang sudah menyebar luas ke masyarakat umum," urainya ramah.

Kelezatan rendang Viny dikenal dengan daun kunyit dan daun jeruknya yang dicincang. “Daun kunyit dan daun jeruk yang dicincang memberi cita rasa yang berbeda,” tukas Viny.

Jumlah pesanan rendang awalnya 3 hingga 10 kilogram. Namun kini pesanan bertambah menjadi 50 kg, terutama setiap menjelang Lebaran seperti ini. Meski jumlah pesanan terus bertambah, Viny belum mengemas dan melabeli rendang racikannya.

“Sampai saat ini kemasan tergantung permintaan pelanggan. Ada yang wadah plastik, toples, dan lain-lain,” jelasnya.

Ke depannya, Viny sudah memiliki rencana besar untuk mengembangkan usaha rendangnya.

“Mudah-mudahan habis Lebaran akan dikemas dalam kemasan cantik dan diberi label,” ia menjelaskan rencana pengembangan bisnisnya.

Disimpan dalam kemasan plastik dan dimasukkan ke dalam freezer, rendang buatan Viny bisa bertahan 2 tahun. 

“Ada kakak saya yang tinggal di Eropa. Pada Lebaran 2013, saya memberi oleh-oleh rendang sebanyak 1 kg yang dikemas di dalam plastik. Ternyata beberapa bulan lalu kakak saya mengabari rendang buatan saya baru saja habis. Jadi rendang saya yang tanpa bahan pengawet jika disimpan di dalam freezer bisa bertahan 2 tahun,” ucap Viny bangga.

 

(ej/gur)

http://www.tabloidbintang.com/articles/berita/polah/24222-bisnis-rendang-warisan-leluhur-ala-viny-felasiani


"BISNIS RENDANG LEWAT DARING, PELANGGANNYA HINGGA MANCANEGARA"

WARTA KOTA, JAKARTA - Rendang merupakan makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat yang disukai masyarakat dari berbagai kalangan.

Penggemar masakan ini tak hanya masyarakat lokal, tetapi juga warga asing. Tak heran, salah satu kantor berita internasional pernah mendaulat rendang sebagai salah satu makanan paling enak di dunia.

Namun, kelezatan rendang tidak didapatkan secara instan. Proses mengolahnya pun perlu waktu agar bumbu balado-nya menyerap ke dalam daging sapi.

Bahkan, komposisi racikan bumbu dan proses memasak secara cermat pun harus dilakukan secara seksama.

Oleh sebab itu, banyak masyarakat memilih datang ke rumah makan padang terdekat untuk menyantap rendang, ketimbang memasaknya sendiri di dapur.

Nah, fenomena tersebut menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Peluang itu pun, salah satunya dilirik Viny Felasiani (35).

Belum genap setahun ini, dia menekuni usaha masakan rendang kemasan plus memasarkan secara daring (online) dengan label Rendang Uni Viny.

Meski demikian, bisnis rendang nya secara grafik, omzetnya terus meningkat.

"Belum besar sih, kisaran Rp 10 juta s/d Rp 15 juta per bulannya. Tapi alhamdulillah progress-nya ada. Apalagi baru aku seriusi akhir tahun lalu," ungkap Viny kepada Warta Kota baru-baru ini.

Perempuan yang belum lama ini memutuskan berhenti kerja sebagai Public Relations Section Head di salah satu televisi nasional itu, mengaku ingin total menggeluti usaha makanan warisan dari tanah lelulurnya itu.

"Aku baru resign akhir tahun lalu, selain punya baby lagi, aku ingin seriusin usaha rendang ini," katanya.

Cerita ibu tiga anak itu, meski baru total berwirausaha belum genap setahun, namun ia sudah mencoba-coba bisnis rendang sejak empat tahun silam.

"Hanya waktu itu belum serius, jika Lebaran sekalian buat pesanan saudara dan teman-teman kantor. Karena hasil masakannya dibilang enak dan setiap tahun jadi langganan, maka tahun 2015 akhir mulai serius buat nama, kemasan, dan lain," kata Viny yang memproduksi sendiri usaha rendang-nya di rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat.

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Juli 1980 ini mendapat ilmu meracik rendang dari sang bunda.

"Ibu dari nenek saya asli Minang, jadi benar-benar menggunakan resep warisan leluhur" kata Viny yang saat itu mengaku mengeluarkan modal Rp 2 jutaan untuk usaha jualan rendang.

Saat ini Rendang Uni Viny memproduksi tiga varian masakan rendang, yakni rendang daging, rendang paru, dan rendang jengkol.

Aneka rendang itu dikemas dalam ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1 kilogram. Harganya mulai dari Rp 50.000 s/d Rp 280.000.

Lalu apa spesial rendang kemasan olahannya itu? Menurut Viny selain menggunakan resep leluhur dan hasilnya memiliki wangi khas, juga produk olahannya tahan lama, meski tanpa bahan pengawet.

"Tahan lama selain karena cara mengolahnya, juga karena kemasannya divacuum. Untuk rendang daging bisa kuat sampai dua tahun, jika disimpan di freezer, tanpa berubah warna dan rasa. Ini sudah diuji oleh konsumen di Eropa loh," kata Viny.

Untuk memasarkan rendang olahannya saat ini Viny memasarkan lewat daring, yakni dengan website : www.rendanguniviny.com dan sosial media (medsos), @rendanguniviny.

Sedangkan konsumennya, saat ini selain dari wilayah Jabodetabek, dan kota-kota besar di tanah air, juga telah merambah mancanegara, seperti Arab Saudi dan Eropa, antara lain Belanda dan Finlandia.

"Rendang aku bisa sampai ke sana (Arab Saudi dan Eropa) karena ada teman-teman, saudara yang tinggal di sana, sama via medsos juga. Nah mereka kan pesan tuh. Kalau pesan lagi biasanya teman-teman mereka itu pada ikut pesan juga," kata Sarjana Komunikasi lulusan Universitas Indonesia (UI) itu.

Istri dari Anwar Jayaningrat menambahkan, saat ini ia juga baru saja melakukan pengembangan produk usaha, yakni meracik Sambal Balado dan Sambal Bawang Rawit kemasan. Harganya dibanderol Rp 23.000 dengan ukuran 200 gram.


(Ign Agung Nugroho/Hertanto Soebijoto)

  
http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/07/bisnis-rendang-lewat-daring-pelanggannya-hingga-mancanegara



"ANDA HOBI MAKAN RENDANG? COBALAH RENDANG JENGKOL"

GALAMEDIA, BANDUNG - RENDANG merupakan makanan asli Padang banyak digandrungi orang. Semua rumah makan Padang, pasti menyediakan makanan ini yang memiliki cita rasa tinggi.

Bahkan sekarang ini, rendang tidak hanya tersedia di rumah makan Padang. Kini, kita bisa menemukan olahan ini di media sosial. Salah satunya rendang Uni Viny, yang kini menjadi satu brand rendang yang banyak dicari. Nah, kita bisa menemukannya di www.rendanguniviny.com dan juga sosmed lainnya IG, FB, twitter, dan line dengan akun @rendanguniviny.

Apa sebetulnya yang membedakan rendang ini dengan rendang lainnya hingga rendang Uni Viny booming di media sosial? Ternyata rendang ini, selain cita rasanya yang memang sama dengan rasa rendang asli Padang, juga olahan rendangnya tidak hanya dari daging sapi.

Varian rendang milik Uni Viny ini juga menyediakan varian rendang dari paru dan jengkol. Varian tersebut sepertinya tidak banyak kita jumpai di pasaran, apalagi rendang paru.

"Tadinya memang saya hanya membuat rendang daging, tapi karena ibu saya orang Sunda dan jengkol sudah menjadi satu makanan wajib, akhirnya kenapa tidak mencoba mengolah jengkol menjadi rendang. Ternyata responnya luar biasa dan itu tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," tutur Viny, pemilik rendang Uni Viny.

Begitu juga dengan rendang paru yang menjadi favorit konsumennya. Awalnya, endang paru menjadi menu favorit di keluarga besarnya.

"Sebetulnya tidak mudah membuat satu olahan yang tidak lazim, seperti paru dan jengkol. Mungkin tidak banyak yang bisa mengolahnya menjadi rendang, akan tetapi dengan panduan resep orang tua saya bisa menggabungkan dan hasilnya alhamdulillah bisa menjadi bisnis utama saya," katanya.

Viny menjelaskan, usahanya tersebut berawal saat ia sering membawa bekal rendang ke tempatnya bekerja. Ternyata, rekan kerjanya menyukai rendang yang dibuatnya dan meminta Viny untuk membuka orderan rendang.

Dari situlah, ia berpikir untuk menekuni bisnis rendang. Beruntung, keluarga begitu mendukung Viny, bahkan orang tuanya semakin detail untuk memberikan resep turun temurun leluhur Viny dalam membuat rendang.

"Yang pasti rendang yang saya buat merupakan resep leluhur dan Minang asli, karena ayah saya dari Padang. Sedikit demi sedikit resep disempurnakan hingga akhirnya lahirnya formula resep rendang yang sekarang saya jual," terangnya.

Diakuinya, ia snagat serius menekuni bisnisnya ini. Bagi Viny, rendang bisa dikatakan sebagai masakan yang unik dan banyak orang yang menyukainya.

Namun tidak semua orang bisa membuatnya. Itulah yang akhirnya menjadi alasan Viny menekuni bisnis ini.

"Yang suka banyak, akan tetapi tidak semua bisa membuat rendang. Karena memang dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dari proses pembuatan rendang yang bisa memakan waktu 5 hingga 7 jam. Ternyata betul saja, yang merespon luar biasa, terutama hampir semua rekan saya menyukai rendang," paparnya.

Rendang yang disajikan Viny dikemas dengan modern dan menggunakan teknik vacum atau kedap udara. Sehingga lebih awet dan aman.

Empat produk olahan Viny yaitu rendang daging, rendang paru, rendang jengkol dan sambal bawang rawit tersebut, diproduksi sesuai dengan standar keamanan Dinas Kesehatan.

Untuk kemasan, tersedia 3 ukuran yakni 250g, 500g dan 1 kg, sedangkan untuk sambal berisi 200 g/perbotol.

Wartawan : Trie Widianty
Editor: Andri Ridwan Fauzi


http://m.galamedianews.com/kuliner/121461/anda-hobi-makan-rendang-cobalah-rendang-jengkol.html